Selasa, 06 Desember 2011

Menggambar Proyeksi Bangunan Rumah Tinggal dan Gedung

Bismillahirrohmanirrohim.., Hey teman-teman semua,,,saya Angga Dinata Rcv penulis di bagian Civil Engineering n Architecture, di sini saya ingin berbagi ilmu kepada para pembaca di Angga Dinata Rcv dengan judul "Menggambar Proyeksi Bangunan dan Gedung."
Oke, untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian dibawah ini...



Uraian pada bagian ini merupakan uraian umum mengenai gambar proyeksi bangunan.
Gambar proyeksi yang diuraikan adalah gambar proyeksi perspektif. Untuk dasar-dasar dari menggambar proyeksi dapat dilihat dan dipelajari dalam buku-buku dasar menggambar teknik bangunan.

Menggambar proyeksi perspektif adalah salah satu cara pengungkapan ide/gagasan atau imajinasi yang sangat natural (dalam arti sesuai dengan kemampuan pandangan mata) dan mudah dimengerti oleh pemberi tugas atau orang lain yang bukan ahli bangunan/arsitek. Hal
tersebut disebabkan, gambar proyeksi perspektif memperlihatkan rencana ruang-ruang (space) dan massa bangunan dalam bentuk tiga dimensi. Untuk dapat membuat gambar proyeksi perspektif diperlukan pedoman gambar kerja/bestek berupa; gambar denah, potongan melintang, potongan memanjang, tampak depan, samping kiri, dan kanan dengan skala yang benar. Dengan kemampuan dan kemahiran menerapkan skala pada gambar denah, potongan, dan tampak secara proyeksi perspektif, akan diperoleh gambar proyeksi perspektif yang mendekati realita/kenyataan pandangan terhadap rencana bangunan sebenarnya.

Pembuatan gambar proyeksi perspektif terdiri dari dua sudut pandang, yaitu;
  1. Gambar proyeksi perspektif menggunakan dua titik lenyap setinggi mata orang (ibarat    orang memotret dengan berdiri tegak). Gambar proyeksi perspektif model ini sering digunakan para arsitek untuk menggambar proyeksi perspektif, karena obyek bangunannya tidak terlalu besar dan menampakkan bentuk bangunan 3 (tiga) dimensi dengan jelas. 
  2. Pengambilan gambar perspektif menggunakan dua titik lenyap dengan mata burung (bird eye). Gambar proyeksi perspektif dengan model ini dilakukan bila obyek bangunannya besar sekali, dan bentuk bangunan akan tampak semuanya, tetapi prosentasenya lebih banyak terlihat bagian atap bangunan (ibarat orang memotret dengan memanjat pohon yang tinggi atau naik di atas menara). Model proyeksi perspektif ini jarang digunakan para arsitek karena tidak dapat menampakkan gambar bangunan dengan jelas. 
3D Eksterior Bangunan

        1. Gambar Proyeksi Perspekstif 

 2. Gambar Proyeksi Perspekstif               

 3. Gambar Proyeksi Perspekstif         

4. Gambar Proyeksi Perspekstif    

5. Gambar Proyeksi Perspekstif  

6. Gambar Proyeksi Perspekstif  

7. Gambar Proyeksi Perspekstif  

8. Gambar Proyeksi Perspekstif

9. Gambar Proyeksi Perspekstif

10. Gambar Proyeksi Perspekstif

Oke sob... hanya ini sedikit ilmu yang bisa saya bagikan untuk kali ini, semoga bermanfaat, sampai ketemu di posting berikutnya, wassalam....


0 komentar:

Poskan Komentar